Monday, August 8, 2016

Aku (pun) Benci Ragu Itu

Aku benci ragu itu


Terlintas ingatan masa lalu

Ku ingin lenyapkan itu walau sebesar apapun

Tadinya kuat menjadi berat

tadinya berani jadi tak bisa jalani


 

Kupilih yang kanan, kau juga….

Kupilih yang kiri, kau juga….

Aku ragu untuk naik

Akhirnya kau berani untuk naik

Aku turun

Kau malah ikut turun

 

Aku hancur karena ragu

Aku kabur karena ragu

Aku lebur karena ragu

Aku benci ragu itu…

 

Rudi Bachtiar

31 Agustus 2007

Thank you kang Rudi buat sumbangsih puisinyaa,
kalo dah jadi buku kumpulan puisinya, sisain 1 copy buat saia yahh hihi :P

Tuesday, July 19, 2016

Awal yang Baru

Bak putih salju yang mengenggam apel beracun tanpa curiga
Keluguan yg berani seperti itu;
Tetap memilih percaya walau nafas taruhannya
Berharap tanpa lebih dulu menatap

Aku rela disebut berotak udang karena kembali jatuh cinta
Terlebih ketika pangeran dengan kuda putih itu tiba
Sebuah Khayal yang menjelma nyata

Seisi planet terasa indah
Dengan birunya angkasa
Kala cinta kembali merekah
Di tanah hati yang dikira sudah tak bernyawa

Rinduku adalah hutan belantara
Tempatku tersesat diantara rimbunnya kenangan dan keinginan tentangmu
Akan kubuat penangkaran untuk cinta ini agar ia tidak punah,
Agar tiada kelangkaan cinta diantara kita

Selat waktu dan kesibukan yang memisahkan aku dan kau,
Biarlah hanya sejarak asa dan damba untuk sebuah pelukan erat
dan setiap tikungan pulang yang kita lewati akan memanggil kita untuk saling menoleh, berlomba memberi tatapan kasih terhangat
Sebagai pengingat untuk bersyukur bahwa kita masih ada, bahwa kita telah saling menemukan..


Thank youu for playing along with me koko :D
hope u like it :)

#10WordsWar

Friday, July 1, 2016

Pamit

Kepada mereka yang akan pergi untuk pulang..

Jangan lupa membawa perbekalan doa harapan yang cukup
Juga rindu yang banyak, agar kau tak lupa jalan pulang

Apakah ranselmu sudah terisi penuh dengan kenangan indah tentang rumah?
Kenakanlah pakaian warna-warni cinta kebanggaanmu itu..
Sepasang sepatu hidup-mati yg selalu ada di tiap langkahmu

Lambaikan tanganmu dengan tegar
Hiasi wajahmu dengan senyum yang segar
Langkahkan kakimu lebar-lebar

Berlari ke pelukan mereka yang kau damba
Yang tak putus-putusnya kau jalinkan benang rindu
Yang kepadanya kau ingin mengguyurnya dengan cinta

Selamat jalan kawan..
Usah kau cemas, aku masih disini tertawan..
Menahan rindu berkepanjangan
Yang menanti kepulangan

Monday, June 27, 2016

The Burning


Slipping the tasteless green tea by the charred pineapple field,
Vivid memories return when he saw a kite flies high in the cloudless sky.

Seeing a boy riding the bike with a gal behind holding a petite umbrella,
His weak boney hands open a keychain watch that contain portray of a girl.

Reminded by the flickering light from the rusty old kerosene lamp,
Heart of his begins to take comfort under the unhurried setting sun.

The poem depicts an old age farmer whose pineapple field completely destroyed by the forest fire and loses his only love after his wife had passed away not long ago. This sad story takes place in Rimbo Panjang, Riau province, Indonesia where unethical forest clearing is very real.

Another great work of KK based on 10 words that he has given to me before, he decided to make his own based on that :)
#10WordsWar

Sunday, June 26, 2016

Kenapa?

Kenapa?
Apakah sang roman sudah kehabisan majas untuk melukis kerisauan yg lain? 😂.
Yah karna mmg harus ada ketegasan..
dimana halalkan atau tinggalkan sudah tak bisa dtawar lagi, ternyata hati ini ga bisa dan ga mau terus dkelabui..

ketika berteman hanya jadi alasan agar tak merasa khilangan.
yah ini mungkin yg bisa ngebantu menenangkan sang hati..

dzat yang seharusnya paling mudah terbolak balik.
Semoga kali ini lebih istiqomah 🙏

Sepenggal pengingat dan pembebat hati yang tersayat
Dari sesama murid di sekolah kehidupan ini..

"Kenapa?'' 
Tak ujung menemukan 'karena'nya.. 

Friday, June 24, 2016

Kita

Kita seperti Gunting
Yang membelah tiap kali kedua bilahnya menyatu
Saling membuka luka tanpa sengaja

Kita seperti Majalah
Yang usang saat hari-hari indah berita cinta menghilang
Membuang tumpukan lembaran kenangan yang menua

Kita seperti Sepeda
Yang berlalu terlalu cepat
Seolah kita mengayuh melampaui dunia orang mati

Kita seperti Bintang
Yang senang berenang di lautan gelap
Namun berubah tenggelam kala terang datang

Kini dia pergi,
menanggalkan 'kita' menjadi 'aku'
meninggalkan tanya yang tak terjawab..
"Akankah kau berbalik kembali untuk menemukan 'kita' sekali lagi?"


Teristimewa untuk menjawab tantangan dari kakak tercintah yang tiada duanya, +Leyda Ekaputri (IG : leydaekaputri), yang ikut menyemarakan turnamen 'kecil' ini,
Makasi atas sumbangan 10 katanya yang luar biasa sederhana namun sulitt ternyata haha
Please enjoy! :)
#10WordsWar


Monday, June 20, 2016

The uninvited Invitation



Phone’s calendar screaming the unforgettable anniversary date
Rustic bronze key opening the heartless frozen glass door
Teary eyes staring at the faded yellowish photo on the icy wall
Recalling the shoes he wore
Recalling the bag he carried
Recalling the book he read
Sound of the wind gently stroking the leafs on the trees
The tree which he sow when I was a toddler

The poem depicts the author’s deepest memory of his father and their old house which they used to share moment together


Thanks KK for sharing this well made poem from only 10 words that i've provided and participate in this 'mini tournament' made up out of the blue by me :P
#10WordsWar