Monday, June 20, 2016

The Lamp

Today i got magic oil for magic Lamp
It lights up the deepest part of our life
It can bring back memories to live,
The ugly and the beauty ones

When the Sky is dark
When the hour hands of the Watch clasped together
When the Sun falls asleep
The Lamp will shine bright, inviting the firefly of memories to come and play around in my mind..

The clatter of Key chain when u opened the door house
- also opened up the casket of my heart
Reminds me of the sound of your footsteps when you're leaving

The aroma of your favorite Green tea latte lunged into my nostril
Reminds me of your perfume that always been my favorite aroma,
Drug to cure my addiction of yearning

Your warm hugs always been my favorite home
It's like umbrella that keep me from wetness yet let me enjoy the melodies of rain

We're riding on your bike talk about all your destination of dreams
But now we arrived in this intersection, we already chose our own way
Nothing wrong in it, yours and mine are the best for us..

The Lamps still shining, it's yellow
Like a fresh Pineapple
I can fly high, like a Kite on the hand of spirited boy
-Thinking he is the best pilot to travel through the clouds of dreams and hope

You know i still love you,
We can't stop loving someone.. but still we can learn to live without them..

Do you wanna have magic oil too?
I called it oil of gratitude..
The willingness to let go, let God do the rest after our best failed..

And we still can fly high and low, keep the lamp shining through darkness
With our own wings, our own oil..
Always...


So i also get 10 words challenge, i have to made some writing using the 10 words that already given (the bold ones) by my best buddy, KK.
Thanks for participating in this mini Words War! Keep shining through your writing too hehehe :P
#10WordsWar

Tuesday, June 14, 2016

#moveon

Nampaknya aku tahu karir yang pas buatku
Konsultan Cinta!
Khusus untuk kau yang mendamba cinta
Yang menghamba asa

Tiap sesi konsultasi, akan kuberi kaudosis cinta sebanyak-banyaknya
agar kau memahfumi indahnya dunia
agar kau enggan untuk berkelana
agar kau lupa untuk merana

Tapi semua itu ternyata tak bertahan lama
Setitik keraguan menghapuskan segalanya
Bak air bah yg melenyapkan seisi dunia
 Akhirnya kau akan kembali terjaga

Menyadari bahwa bukan aku yg kau butuhkan
Bahwa sesungguhnya yang terbaik sudah kau punya
Menyadari bahwa yang kau butuhkan hanyalah kembali
Kembali pada dia yang telah kau tinggalkan..
Hanya untuk menyesap madu yang telah menjadi pahit

Ya, mungkin aku yang terbaik untuk mengingatkan kau
Cinta tak selalu indah.. tak selalu nyaman.. tak selalu bahagia..
Cinta itu adalah... sebuah "walaupun" setelah "karena"
Bukan "andai" namun "senantiasa"..

Kini kau bersiap pergi, bertualang demi ilmu mencintai
tanpa peduli bahwa tiap dosis cintaku itu adalah ekstrak hatiku sendiri
Kini aku bersiap mati, gentayangan demi hati yg diperbaharui
Agar aku kembali dapat mengekstrak hati

Sambil berdoa, semoga kali ini kau kembali dan tak pergi lagi..

Sunday, June 12, 2016

Kawan Lama

Kadang kala aku melakukan hal tolol
Yang setelah usai menyebabkan dongkol
Yang menimbulkan sesal dan kesal
Yang ditepis pun tak ayal

Aku bertanya-tanya dalam hati
Sesalkah dirasa pelacur usai tertunai hajatnya?
Sesalkah dirasa pasangannya usai birahi terpenuhi?
Sesalkah kedua sejoli mesum usai menggulum manisnya kepuasan fana?

Sesal selalu setia pada sebuah akhir
Tapi aku membenci akhir
Dia tidak memulai, dia tidak menjalani
Hanya berakhir. Mati.

Tapi aku nampaknya tak bisa membenci sesal,
Sebab sesal selalu menemaniku menanti sebuah akhir
Tanpa pernah bertanya perlukah kembali ke awal
Sebab sesal selalu setia kembali kepada sebuah akhir

Ketololan terbesarku adalah berkawan dengan sesal
Sesak dan sedih tiap ia berjumpa dengan akhir yang kubenci sudah jadi canduku
Candu cinta tololku

Jadi,
Apa kau pun kawan dari sesal?

(Tercipta dari insomnia efek hati yang terlalu banyak berasumsi)

Friday, June 10, 2016

Kata

ternyata kata punya warna
kala ia tercipta karena cinta

ternyata kata punya bentuk
kala ia tertangkup dalam peluk

ternyata kata punya suara
kala ia terjerat jerit lara

ternyata aku pun jatuh cinta
pada Sang Kata

Wednesday, June 8, 2016

Fake

I am the Child of Sorrow
Born from Mistress of Darkness
Baron of Death has been always called as 'vater' by me..

I thought i've seen enough screams, through tearful eyes
I thought i've heard enough pain, through silent mouth
I thought i've feel enough torment, through wounded and numb skin

Can you imagine that?
If all of that is nothing more than lies that i keep telling to myself
The one who is hurting, has always been me..
No one ever played with sadness as good as me

Now, standing in front of me
The true Son of Sorrow..
I wasn't born in Death and Darkness, i'm just being adopted

Now, i know
The true form of sorrow
I feel ashamed and guilty, as i am just a fake
I'm confused, should i feel relieved or disappointed?
As the truth is revealing

Now, i can feel again, pity...
That epithet really an arduous one to bear
I'm just hoping there'll be someone who removed that cursed epithet from you, and your entire descendants.. really..

Just you and i are enough
No need another name on the victim list
Even we still learning to heal..

Tuesday, May 17, 2016

:)

Sebuah senyuman selalu memiliki makna..
Ada yg beranggapan bahwa sebuah senyuman adalah sedekah..
Ada juga yg merasa bahwa senyuman adalah hadiah..
Senyuman adalah sesuatu yg indah

Bagaimana menurutmu..?

Atau jika kau tanya padaku..

Ternyata Senyuman tidak selalu indah..
Tahukah kamu, setiap senyumku kini terasa pahit?
Palsu tanpa makna..
Kaku tanpa ketulusan..

Seiringku menarik otot - otot wajahku membentuk sebuah senyuman..
Hatiku ikut teriris mengikuti lebar senyumanku..
Seringai yg melukai..

Bahan bakar terbaik untuk inspirasi adalah jatuh cinta dan patah hati
Namun mengapa aku hanya memiliki satu pilihan? Patah hati..
Salahkah koin yg kuambil, yg hanya memiliki satu sisi yg menyedihkan?

Akulah bonekamu..
Untaian katamu sebagai benang yg mengendalikanku
Sikapmu menjadi tangan yg memainkanku kesana kemari..

Mana yg lebih baik?
Menebar senyum di setiap sandiwara yg kita mainkan?
Atau terbebas dari tali temali tipis itu, yg menahanku untuk tetap berdiri?

Jika bebas itu berarti mati,
Apakah hidup tapi terikat itu lebih baik?

Hei..

Kamu tahu..?

Ada yg lebih menyiksa daripada menunggu..
Ada yg lebih bodoh daripada sebuah penantian dari dia yang tak kunjung datang..
Ada yg lebih pahit dari sebuah kata perpisahan..

Angin membawa hujan..
Hujan yang tak kunjung berhenti..
Seperti cermin yang tak henti memantulkan imaji..
Tak peduli baik atau buruknya..
Tak merajuk protes..

Pernahkah terpikir kamu kehilangan bayangan?
Karena terbiasa bahkan terlupakan hadirnya..
Padahal dia selalu ada.. bahkan saat gelap menyelimuti sekalipun..
Dia melebur dirinya kedalam pekat.. menggantikanmu..

Menunggu.. walau tak tahu apa yg ditunggu..
Tak tahu apa yang harus diharapkan.. atau terlalu takut untuk berharap..

Bukankah itu kebodohan absolut?
Racun pahit dari piala Firaun?

Namun aku terlanjur meminumnya..
Sial.. Penawarnya pun berada dalam dirimu..
Dan kau tak pernah tahu itu.. atau kamu yang tak mau menyadarinya?

Oh.. segala sedu sedan itu terasa seperti lagu nina bobo bagiku..
Pengingat bagiku.. bahwa aku ternyata.. sendirian..

Hei.. Lihatlah.. aku disini..
Aku ada.