It broke my heart for seeing the one i loved hurt so much by what i've done before..
i'm not trying to defend myself for i am the true defendant..
but i just beg for new chance..
a chance for creating new story without afraid of being chased by nightmare from the past..
and i knew though i don't deserve that, i still get a new one..
and for that i'll try my best and of course i know i won't survive alone, TBH i hate being alone..
but with Him, who also let u here with me, i know i'll be able to walk through this storm again..
So.. after 'sorry' there'll also 'thank you', after 'goodbye' there'll better 'hello'..
*For those who disappointed by me yet still love and hoping on me.. :')
Friday, January 15, 2016
Wednesday, January 6, 2016
Daffodil
Terpaksa aku sendiri
Sementara saja kini
Bersabar kan datang hari
Meskipun ku lelah
Aku takut kamu tak mengerti
Caraku sampaikan rasa ini
Ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
Agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
Kembali lagi terulang
Tergores hatiku ini
Setelah lama menyimpan rasa ini
Terlalu dalam, terlalu dalam
Ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
Agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
Ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata
Agar kamu kan dengarkan bibirku katakan cinta sekarang
Aku takut kamu tak mengerti caraku sampaikan rasa ini
Kamu tak mengerti
Agar kau percaya
Aku butuh cinta
Merangkai kata
Bibirku katakan cinta sekarang
Ku benci sendiri, ku benci sendiri, takut gagal terus begini
At that time when i realized i lose u already.. then i think i've lost everything..
Could this be a "Daffodil" for me..?
When in the inside i just a coward, that afraid of 'love', it's like i'm not worthy for that, the only thing i can offer to others just disappointments.. Everything that i've done or try to be done.. are just annoyance? Just make other feel like piece of sh*t.. I even have no guts to just start a simple 'hello', because i realized that i've lost myself..
yes, i'm somebody else now, who's hiding behind those absurd reasons..
Yes, i'm afraid.. i'm not okay.. yet.. i hate being alone though i say it many times "i better off alone by myself" .. nor i can't tell..
Which one is better? Being alone and not hurting anybody or try to love again with vulnerable heart that could be broken anytime?
Sementara saja kini
Bersabar kan datang hari
Meskipun ku lelah
Aku takut kamu tak mengerti
Caraku sampaikan rasa ini
Ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
Agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
Kembali lagi terulang
Tergores hatiku ini
Setelah lama menyimpan rasa ini
Terlalu dalam, terlalu dalam
Ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
Agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
Ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata
Agar kamu kan dengarkan bibirku katakan cinta sekarang
Aku takut kamu tak mengerti caraku sampaikan rasa ini
Kamu tak mengerti
Agar kau percaya
Aku butuh cinta
Merangkai kata
Bibirku katakan cinta sekarang
Ku benci sendiri, ku benci sendiri, takut gagal terus begini
At that time when i realized i lose u already.. then i think i've lost everything..
Could this be a "Daffodil" for me..?
When in the inside i just a coward, that afraid of 'love', it's like i'm not worthy for that, the only thing i can offer to others just disappointments.. Everything that i've done or try to be done.. are just annoyance? Just make other feel like piece of sh*t.. I even have no guts to just start a simple 'hello', because i realized that i've lost myself..
yes, i'm somebody else now, who's hiding behind those absurd reasons..
Yes, i'm afraid.. i'm not okay.. yet.. i hate being alone though i say it many times "i better off alone by myself" .. nor i can't tell..
Which one is better? Being alone and not hurting anybody or try to love again with vulnerable heart that could be broken anytime?
Wednesday, May 6, 2015
(blank)
(blank)
Sebenarnya kondisi "hampa" atau "blank" itu seperti apa?
Apakah memang dari awalnya memang tidak ada atau kehadirannya yang sebenarnya ada namun tidak terasa?
Saat kau seolah memiliki "lubang" di hatimu yang entah bagaimana terasa begitu dalam tanpa kau mengetahui apa yg seharusnya dapat menutupnya.. apakah itu hampa?
Saat kau tak lagi memiliki "kehadiran" darinya yg sudah begitu biasa, sampai-sampai kau tidak menghargai keberadaannya, hingga suatu ketika dia benar2 pergi.. apakah itu hampa?
Seharusnya.. jika memang sejak semula dia tidak pernah exist dalam pikiran dan hati.. dia tidak akan pernah bisa meninggalkan sebuah lubang yg menganga, sebuah luka..
Kukira Kasih Allah -yg luar biasa berlimpah- saja sudah cukup bagiku.. tapi Beliau pun mengatakan "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia"..
Apakah 'lubang' ini pertanda, bahwa sebenarya.. Dia ada.. Dia yang selama ini menutup lubang itu..
Lubang yg dalamnya separuh dari jiwa..
Siapakah dia yg seharusnya menjadi padananku..?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Salahkah jika kubiarkan 'lubang' ini tetap ada? Sekedar pengingat bahwa kau benar2 ada, pernah setidaknya..
Terkadang aku lebih suka berpura-pura menjadi sesuatu yg kau benci..
Agar aku tidak perlu membagi 'luka' ini.. aku masih terlalu rapuh untuk kau ikat, untuk sekedar bersandar pada 'cinta'.. yang sampai sekarang masih menakjubkanku akan kuasanya..
bukan berarti aku telah putus asa dengan cinta.. aku mempercayai cinta, dan aku berharap dapat kembali bersahabat dengannya..
Aku ingin agar kau berbahagia.. walau aku tidak ada dalam daftar kebahagiaanmu.. tidak terundang untuk sekedar merayakan bahagiamu..
Jika memang ini hanya kesia-sian dari penyesalan yg terlambat.. biarlah Sang Khalik dan semestanya yg turut bekerja.. mempertemukan kembali aku dan kau, Sang penutup 'lubang'.. belahan jiwa..
Sebenarnya kondisi "hampa" atau "blank" itu seperti apa?
Apakah memang dari awalnya memang tidak ada atau kehadirannya yang sebenarnya ada namun tidak terasa?
Saat kau seolah memiliki "lubang" di hatimu yang entah bagaimana terasa begitu dalam tanpa kau mengetahui apa yg seharusnya dapat menutupnya.. apakah itu hampa?
Saat kau tak lagi memiliki "kehadiran" darinya yg sudah begitu biasa, sampai-sampai kau tidak menghargai keberadaannya, hingga suatu ketika dia benar2 pergi.. apakah itu hampa?
Seharusnya.. jika memang sejak semula dia tidak pernah exist dalam pikiran dan hati.. dia tidak akan pernah bisa meninggalkan sebuah lubang yg menganga, sebuah luka..
Kukira Kasih Allah -yg luar biasa berlimpah- saja sudah cukup bagiku.. tapi Beliau pun mengatakan "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia"..
Apakah 'lubang' ini pertanda, bahwa sebenarya.. Dia ada.. Dia yang selama ini menutup lubang itu..
Lubang yg dalamnya separuh dari jiwa..
Siapakah dia yg seharusnya menjadi padananku..?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Salahkah jika kubiarkan 'lubang' ini tetap ada? Sekedar pengingat bahwa kau benar2 ada, pernah setidaknya..
Terkadang aku lebih suka berpura-pura menjadi sesuatu yg kau benci..
Agar aku tidak perlu membagi 'luka' ini.. aku masih terlalu rapuh untuk kau ikat, untuk sekedar bersandar pada 'cinta'.. yang sampai sekarang masih menakjubkanku akan kuasanya..
bukan berarti aku telah putus asa dengan cinta.. aku mempercayai cinta, dan aku berharap dapat kembali bersahabat dengannya..
Aku ingin agar kau berbahagia.. walau aku tidak ada dalam daftar kebahagiaanmu.. tidak terundang untuk sekedar merayakan bahagiamu..
Jika memang ini hanya kesia-sian dari penyesalan yg terlambat.. biarlah Sang Khalik dan semestanya yg turut bekerja.. mempertemukan kembali aku dan kau, Sang penutup 'lubang'.. belahan jiwa..
Thursday, August 14, 2014
NN
Sangat egois saat kita menghakimi orang lain dengan melihat satu sisi saja dari hidupnya.
percayakah kau bahwa manusia itu makhluk sosial? berkebutuhan untuk diperhatikan dan memperhatikan.
Manusia memang egois pada dasarnya, ada yang mengekspresikannya lewat berbagai hal bahkan yang oleh sebagian orang dianggap tidak wajar dan tidak perlu.
Sekilas hal ini jadi lucu, kita tidak pernah menjadi orang lain tapi kita merasa tau persis apa yang orang tersebut alami dan rasakan.
sosial media bukanlah musuh yang harus dihindari bahkan dimusnahkan.
memang kecanduan akan hal tersebut akan membawa dampak negatif, bahkan pembunuhan karakter.
tetapi saat manusia menggunakannya bahkan mungkin sering, bukan serta merta berarti dia ingin menjadi "malaikat digital".
mungkin baginya itulah media yg dapat dia gunakan, lihatlah motivasinya bukan melulu akibatnya.
karena tidak bisa dipungkiri banyak hal baik juga dari media sosial.
berhentilah membuat orang lain sesuai dengan idealisme pribadi lain.
Sewajarnya saja, segala sesuatu yg berlebihan tidak baik bukan?
jangan menghakimi jika tidak mau dihakimi, ukuran yg kita pakai untuk orang lain akan diukurkan juga kepada kita.
percayakah kau bahwa manusia itu makhluk sosial? berkebutuhan untuk diperhatikan dan memperhatikan.
Manusia memang egois pada dasarnya, ada yang mengekspresikannya lewat berbagai hal bahkan yang oleh sebagian orang dianggap tidak wajar dan tidak perlu.
Sekilas hal ini jadi lucu, kita tidak pernah menjadi orang lain tapi kita merasa tau persis apa yang orang tersebut alami dan rasakan.
sosial media bukanlah musuh yang harus dihindari bahkan dimusnahkan.
memang kecanduan akan hal tersebut akan membawa dampak negatif, bahkan pembunuhan karakter.
tetapi saat manusia menggunakannya bahkan mungkin sering, bukan serta merta berarti dia ingin menjadi "malaikat digital".
mungkin baginya itulah media yg dapat dia gunakan, lihatlah motivasinya bukan melulu akibatnya.
karena tidak bisa dipungkiri banyak hal baik juga dari media sosial.
berhentilah membuat orang lain sesuai dengan idealisme pribadi lain.
Sewajarnya saja, segala sesuatu yg berlebihan tidak baik bukan?
jangan menghakimi jika tidak mau dihakimi, ukuran yg kita pakai untuk orang lain akan diukurkan juga kepada kita.
Monday, August 4, 2014
Karenai Hana
Dalam hati telah mekar..
sekuntum bunga murni
bunga yang tak kan pernah layu..
yang kudapat darimu..
kusudah tak takut lagi pada apa yang kupercaya
karna kini kulebih tegar..
berjumpa denganmu sungguh bahagia,
bergandengan tangan kusungguh bangga
meskipun..
kini kita menatap langit yang berbeda,
tapi..
aku bisa melangkah sendiri...
sekuntum bunga murni
bunga yang tak kan pernah layu..
yang kudapat darimu..
kusudah tak takut lagi pada apa yang kupercaya
karna kini kulebih tegar..
berjumpa denganmu sungguh bahagia,
bergandengan tangan kusungguh bangga
meskipun..
kini kita menatap langit yang berbeda,
tapi..
aku bisa melangkah sendiri...
Friday, July 25, 2014
Requiem
Akhirnya aku mengerti..
membuat orang lain percaya..
sama sulitnya dengan mempercayai diri sendiri..
bahwa..
kepercayaan yg sudah terluka, tidak akan bisa disembuhkan..
bahwa..
aku sendiri kehilangan kepercayaan dengan apa yang harus kupercaya..
perlahan sesal itu menelusup..
sesal karena waktu yg telah dilewati tidak akan bisa dijelajahi kembali..
sesal karena kata yg pernah bergulir seharusnya tidak pernah terucap..
sesal karena pada akhirnya aku berjumpa lagi dengan perpisahan..
sesal karena pada akhirnya aku harus mengakuinya..
mengakui bahwa perjalanan ini kembali membawaku mengecap kembali pahitnya penyesalan..
penyesalan atas hal2 yang tidak cukup berani untuk kulakukan..
sesal karena pantulan yang kulihat ternyata bukanlah aku yg sebenarnya..
kebenaran yang terlihat palsu..
sesal karena aku telah membunuh diriku sendiri dengan cara yang kejam..
terlebih lagi.. sesal karena 'senjata'ku justru melukai orang yang kusayangi..
ternyata perjalanan ini hanyalah awal.. belum berakhir sama sekali..
membuat orang lain percaya..
sama sulitnya dengan mempercayai diri sendiri..
bahwa..
kepercayaan yg sudah terluka, tidak akan bisa disembuhkan..
bahwa..
aku sendiri kehilangan kepercayaan dengan apa yang harus kupercaya..
perlahan sesal itu menelusup..
sesal karena waktu yg telah dilewati tidak akan bisa dijelajahi kembali..
sesal karena kata yg pernah bergulir seharusnya tidak pernah terucap..
sesal karena pada akhirnya aku berjumpa lagi dengan perpisahan..
sesal karena pada akhirnya aku harus mengakuinya..
mengakui bahwa perjalanan ini kembali membawaku mengecap kembali pahitnya penyesalan..
penyesalan atas hal2 yang tidak cukup berani untuk kulakukan..
sesal karena pantulan yang kulihat ternyata bukanlah aku yg sebenarnya..
kebenaran yang terlihat palsu..
sesal karena aku telah membunuh diriku sendiri dengan cara yang kejam..
terlebih lagi.. sesal karena 'senjata'ku justru melukai orang yang kusayangi..
ternyata perjalanan ini hanyalah awal.. belum berakhir sama sekali..
Wednesday, June 4, 2014
Coda..
"..yang namanya cinta itu, ga boleh setengah-setengah.." - Refrain
Sebenarnya bagaimana seharusnya kita mencintai seseorang?atau bahkan sesuatu..?
Ada yang mengatakan kita tidak boleh terlalu mencintai seseorang, karena itu akan membuat Tuhan Allah cemburu. Ya.. Dia memang Allah yg cemburu, yg tidak mengizinkan ada ilah-ilah lain dihadapanNya.
Tapi, Ia adalah Allah yg penuh kasih, bahkan Ia adalah kasih itu sendiri.. Dan Dia mengajarkan kita untuk mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri..
Apakah ada orang waras di dunia ini yang menginginkan untuk dicintai dengan setengah hati?
Benarkah setengah saja itu sudah cukup? sudah sewajarnya?
Tidak..
Bagiku.. cinta yang sejati lahir dari relung hati yg paling dalam -bukan pertengahan- , tulus, selalu ingin memberi..
Tapi bagaimana jika hal itu justru menjadi berhala dan menggantikan Allah? Ya, itu bisa saja terjadi saat kita menggantikan prioritas Allah dengan hal2 yang kita 'cintai' di dunia ini. Saat Allah yang begitu besar itu tertutup oleh tawaran2 cinta dari dunia ini.
Mungkin kedengarannya konyol, tapi aku ingin mengibaratkan cinta seperti hardisk - ya hardisk untuk menyimpan data di komputer -..
Saat kita mempunyai PC, pasti ada hardisik untuk penyimpanan data kita.. Hardisk yg pertama adalah yg paling besar kapasitasnya yg paling canggih juga teknologinya, untuk menyimpan cinta kita kepada Tuhan.
Kemudian kita menyadari ada keluarga kita yg pasti kita cintai juga, maka kita pun butuh 'tempat' untuk menyimpan cinta itu..
Bukan berarti kita mengurangi porsi cinta untuk Tuhan di hardisk pertama, saat kita melakukan hal itu, justru itu akan membawa cemburuNya atas kita.
Kita kembali menyediakan hardisk kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya untuk menyimpan cinta kita kepada orang tua kita, saudara kita, bahkan kekasih kita dan untuk setiap orang yg kita sayangi..
Semuanya mengisi penuh tiap hardisk tersebut.. tidak perlu setengah-setengah..
Apakah setengah setia dapat dikatakan setia? Tidak, itu berkhianat.
Apakah setengah jujur dapat dikatakan jujur? Tidak, itu bohong
Apakah setengah taat dapat dikatakan taat? Tidak, itu tidak taat..
Terkadang mungkin kita yg terlalu takut untuk mencintai, untuk menyediakan 'hardisk' baru itu..
dan malah mengambil kapasitas dari 'hardisk' lain..sehingga menjadikannya setengah-setengah..
“To love at all is to be vulnerable. Love anything and your heart will be wrung and possibly broken. If you want to make sure of keeping it intact you must give it to no one, not even an animal. Wrap it carefully round with hobbies and little luxuries; avoid all entanglements. Lock it up safe in the casket or coffin of your selfishness. But in that casket, safe, dark, motionless, airless, it will change. It will not be broken; it will become unbreakable, impenetrable, irredeemable. To love is to be vulnerable.”
― C.S. Lewis, The Four Loves
i'm trying to open up my coffin.. even if it'll be tough..as long as i have hope and faith, i'll be steady and find my happiness..
=======================================================================
Love is never tired of waiting; love is kind; love has no envy; love has no high opinion of itself, love has no pride;
Love’s ways are ever fair, it takes no thought for itself; it is not quickly made angry, it takes no account of evil;
It takes no pleasure in wrongdoing, but has joy in what is true;
Love has the power of undergoing all things, having faith in all things, hoping all things.
Sebenarnya bagaimana seharusnya kita mencintai seseorang?atau bahkan sesuatu..?
Ada yang mengatakan kita tidak boleh terlalu mencintai seseorang, karena itu akan membuat Tuhan Allah cemburu. Ya.. Dia memang Allah yg cemburu, yg tidak mengizinkan ada ilah-ilah lain dihadapanNya.
Tapi, Ia adalah Allah yg penuh kasih, bahkan Ia adalah kasih itu sendiri.. Dan Dia mengajarkan kita untuk mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri..
Apakah ada orang waras di dunia ini yang menginginkan untuk dicintai dengan setengah hati?
Benarkah setengah saja itu sudah cukup? sudah sewajarnya?
Tidak..
Bagiku.. cinta yang sejati lahir dari relung hati yg paling dalam -bukan pertengahan- , tulus, selalu ingin memberi..
Tapi bagaimana jika hal itu justru menjadi berhala dan menggantikan Allah? Ya, itu bisa saja terjadi saat kita menggantikan prioritas Allah dengan hal2 yang kita 'cintai' di dunia ini. Saat Allah yang begitu besar itu tertutup oleh tawaran2 cinta dari dunia ini.
Mungkin kedengarannya konyol, tapi aku ingin mengibaratkan cinta seperti hardisk - ya hardisk untuk menyimpan data di komputer -..
Saat kita mempunyai PC, pasti ada hardisik untuk penyimpanan data kita.. Hardisk yg pertama adalah yg paling besar kapasitasnya yg paling canggih juga teknologinya, untuk menyimpan cinta kita kepada Tuhan.
Kemudian kita menyadari ada keluarga kita yg pasti kita cintai juga, maka kita pun butuh 'tempat' untuk menyimpan cinta itu..
Bukan berarti kita mengurangi porsi cinta untuk Tuhan di hardisk pertama, saat kita melakukan hal itu, justru itu akan membawa cemburuNya atas kita.
Kita kembali menyediakan hardisk kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya untuk menyimpan cinta kita kepada orang tua kita, saudara kita, bahkan kekasih kita dan untuk setiap orang yg kita sayangi..
Semuanya mengisi penuh tiap hardisk tersebut.. tidak perlu setengah-setengah..
Apakah setengah setia dapat dikatakan setia? Tidak, itu berkhianat.
Apakah setengah jujur dapat dikatakan jujur? Tidak, itu bohong
Apakah setengah taat dapat dikatakan taat? Tidak, itu tidak taat..
Terkadang mungkin kita yg terlalu takut untuk mencintai, untuk menyediakan 'hardisk' baru itu..
dan malah mengambil kapasitas dari 'hardisk' lain..sehingga menjadikannya setengah-setengah..
“To love at all is to be vulnerable. Love anything and your heart will be wrung and possibly broken. If you want to make sure of keeping it intact you must give it to no one, not even an animal. Wrap it carefully round with hobbies and little luxuries; avoid all entanglements. Lock it up safe in the casket or coffin of your selfishness. But in that casket, safe, dark, motionless, airless, it will change. It will not be broken; it will become unbreakable, impenetrable, irredeemable. To love is to be vulnerable.”
― C.S. Lewis, The Four Loves
i'm trying to open up my coffin.. even if it'll be tough..as long as i have hope and faith, i'll be steady and find my happiness..
=======================================================================
Love is never tired of waiting; love is kind; love has no envy; love has no high opinion of itself, love has no pride;
Love’s ways are ever fair, it takes no thought for itself; it is not quickly made angry, it takes no account of evil;
It takes no pleasure in wrongdoing, but has joy in what is true;
Love has the power of undergoing all things, having faith in all things, hoping all things.
Subscribe to:
Posts (Atom)