Wednesday, February 15, 2017

#7

Katanya hari kasih sayang itu tiap tanggal 14 Februari
Nyatanya hari ini terlebih sayang tuk dilewatkan, wahai kekasih
Bersamamu tiap hari adalah hari kasih sayang
Sejatinya kasih tak kenal penanggalan
Biar maut sajalah yang kelak menanggalkan tenggat waktu cinta kita

-15 Februari 2017

Wednesday, February 1, 2017

Aku Murid yang Taat

Aku murid yang taat
Anak kegelapan yang penuh dosa
Taat diperalat oleh maut

Nah, beginilah keadaanku: aku menaati hukum Allah dengan akal budiku,
namun dengan tabiat manusiaku, aku takluk pada dosa.

Sungguh aku ini manusia celaka!
Siapakah yang mampu menyelamatkan aku dari tubuh ini yang membawa aku kepada kematian?

Syukur kepada Allah!
Ia mau dan mampu menyelamatkan aku yang hina ini..

Aku murid yang taat
Tapi tidak lagi taat dalam kegelapan
Aku dijadikanNya anak terang

Dulu berupah maut kekal, kini berlimpah hidup kekal
Dulu haus kuasa, kini rindu Sang Penguasa
Dulu tamak harta, kini Sang Tahta
Dulu selalu aku, kini untukMu

Sgala yang kumilik, kini milikMu
Aku mau selalu taat dan setia turut Kristus, Sang Pemilik hidup




Sunday, January 15, 2017

#6

Sebelum aku dapat memaknai aksara kedalam diksi
Sebelum aku jatuh mencintai puisi dan fiksi
Terlebih dulu aku mencintaimu,
Mengerti pasti kamulah yang kutunggu..

-15 Januari 2017

Thursday, December 15, 2016

#5

Ada yang bilang bahwa sebuah perjalanan mengajarkan kita..
Bahwa proses penjelajahan pun sama berharganya dengan tujuan itu sendiri
Dan bagiku kamulah tujuan penjelajahanku selanjutnya
Genggam tanganku, kita akan segera memulai perjalanan panjang kita

-15 Des 2016

Thursday, November 17, 2016

#4

Ternyata aku masih saja pelupa
Aku lupa menghitung hari-hari kita
Karena jari-jariku pun tlah habis menghitung bahagia kita
Semoga ini jadi pengingat agar kita tak pernah lupa untuk berbahagia

-15 November 2016

Monday, November 14, 2016

25

Hi, have you hugged yourself today?

Said something nice to yourself?

Be Grateful for everything that happens and perhaps could be happen..

For everybody that really into you, care and love you just the way you are.. no matter how hard you try to let them down and convince them that you are not that worth for taking place of their heart..

For just maybe a chance to open your eyes and see the same view of your home.. to smell the same scent of your favorite meals.. to hear the routine noise made by your brother.. to touch the air and breath it in..

I am being grateful..

Even for every tears that dried on my cheek,
every desperate prayer in the late of the night,
every sad song i sang in my gloomy day,
every sorrow i've been through has strengthen me..

And here i am, in my quarter of century..
Being grateful to also have my weaknesses in order to be guarded by His Almighty Power
Being Grateful for everything... I do realize, what really matters are lie inside not outside..

There's indeed sometimes when i regret my foolish actions toward those who i loved.. even my own family..
Thanks for not giving up on me.. Thanks for giving me the chance to know each of you :)
Just hope, this time i'll learn from my mistakes and being a better person..

For you, who had been also being hurt or betrayed by me.. just know that i'll never wish something terrible happen to you, i'll keep wishing the best for you.. that you may also find your own peace and let go of past.. That maybe someday we'll meet again like an old friend that yearning to share all of those magical stories..

At the end.. i just wanna say thank you.. and sorry.. for every eternal tiny time that have been given to me and yet i still fixing my bugs in this life..

To infinity and beyond.. don't give up trying.. :)

- Lil notes for myself, gentle reminder to be rejoice always.. (and maybe for you too)

Tuesday, November 1, 2016

Halo hati..

Halo hati,

Tak terasa sudah seminggu berlalu (oke, aku bohong, ini adalah seminggu terlama dalam satu tahun terakhir).

How’s life? Kamu baik?

Karna aku tidak. Aku tidak baik-baik saja. Senyum di wajahku kemarin? Ah, aku mulai suka bermain sandiwara. Menipu dunia ternyata menyenangkan juga.

Bagaimana dengan escape plan yang kamu rencanakan? Punyaku tidak berjalan dengan baik. Membanting tulang untuk bekerja somehow tidak menyenangkan. Aku tetap membayangkan akhir minggu tenang diselingi hujan, agar bisa bersembunyi di balik selimut dengan nyaman.

Ya, sifat malasku semakin menjadi jadi. Jika ibu hamil sering menyalahkan bayi di dalam kandungannya ketika ini terjadi, bawaan orok, kata mereka. Mungkin aku akan menyalahkan dirimu, bawaan hati. Adil bukan? Siapa lagi yang lebih tepat dikambinghitamkan untuk semua ini?

Halo hati,

Kamu masih di sana? Aku rindu bercerita. Bercerita tentang apa saja seperti hari hari biasanya sebelum kau minta aku untuk berhenti.

Katamu aku harus mencoba mengikhlaskan. Mungkin kamu belum tau kalau mengikhlaskan sesuatu itu adalah hal yang paling sulit untuk dipelajari. Bahkan dulu sempat dibuat filmnya di layar lebar. Kamu tidak tau? Yang jadi bintangnya dedi mizwar dan andre stinky.

Mereka sudah jadi politisi katamu? Ah ya benar juga. Tapi ini diluar konteks pembicaraan kita! Pengalihan isu? Kamu pun sudah ikut ikutan berpolitik ya sekarang denganku, manipulasi pikiran adalah salah satu alat politik, cih mentang mentang sudah dekat pemilu.

Halo hati,

Jadi kapan kira kira kamu akan sembuh? Bukan bukan, ini bukan desakan. Ya, aku memang terlahir sebagai anak yang tidak sabar. Tapi ini bukan desakan. Aku akan menunggu, menunggu dengan tidak sabar tentunya. Kamu tahu jelas aku tidak pernah suka menunggu.

Jangan lama-lama ya, aku lelah.

Predikat anak lemah itu masih melekat, menempel rapat. Sugesti “kamu anak kuat” dari sekitar tidak cukup meyakinkanku. Dan jangan bilang padaku ini hanya masalah waktu.

Aku tahu ini bukan masalah waktu. Ini masalah kemauanmu untuk melangkah pergi. Berjalan pelan tapi pasti. Bukan salah satu hobimu untuk berjalan, ya, aku mengerti.

Tapi masalahnya, sudah terlalu banyak jalan pintas yang kamu ambil sedari dulu, lalu gagal. Mungkin ini saatnya untuk mengambil jalan memutar yang lebih panjang, untuk pulang.

Ya, aku ingin pulang.

Dan karna tak ada orang lain yang akan menanggung sakitmu selain aku, kali ini tolong, pulang dengan cara yang benar. Menyusun serpihan jadi satu kesatuan utuh kembali butuh effort yang oh-sungguh-berarti.

For once, be good, dan lekas sembuh.



Salam sayang,


(teristimewa untuk para penyintas dari peperangan hati, semoga lukamu segera sembuh, bahkan jangan biarkan cacat tetap menjadi penghalang bagimu tuk bersyukur atas kehidupan)
*special thanks to Rizki Pernando 'Ochol" :')