O Lord my God, When I in awesome wonder,
Consider all the worlds Thy Hands have made;
I see the stars, I hear the rolling thunder,
Thy power throughout the universe displayed.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art.
Then sings my soul, My Saviour God, to Thee,
How great Thou art, How great Thou art!
When through the woods, and forest glades I wander,
And hear the birds sing sweetly in the trees.
When I look down, from lofty mountain grandeur
And see the brook, and feel the gentle breeze.
And when I think, that God, His Son not sparing;
Sent Him to die, I scarce can take it in;
That on the Cross, my burden gladly bearing,
He bled and died to take away my sin.
When Christ shall come, with shout of acclamation,
And take me home, what joy shall fill my heart.
Then I shall bow, in humble adoration,
And then proclaim: "My God, how great Thou art!"
Thursday, May 22, 2014
Monday, May 19, 2014
Enough is enough
Where am i all this long?
why am i so blind?
i can't see clearly..
this way will end up in a valley of death..
and i will jump into it happily with eyes closed..
now.. The Light has came to me..
it opens up my eyes..
Why am i so afraid to know the truth..
because i was too sinful.. too dirty.. too.. despicable..
"This is the time.."
i heard that sound..
"To end all of this suffer.. to go home.."
"Yeah.." i replied..
Enough is enough..
i can't continue to walk on this path..
no, i won't..
"Let me in your Light.. Guide me in your presence.."
i prayed..
"So, i can keep my heart, as close as possible to Yours.."
"Give me Your strength.."
why am i so blind?
i can't see clearly..
this way will end up in a valley of death..
and i will jump into it happily with eyes closed..
now.. The Light has came to me..
it opens up my eyes..
Why am i so afraid to know the truth..
because i was too sinful.. too dirty.. too.. despicable..
"This is the time.."
i heard that sound..
"To end all of this suffer.. to go home.."
"Yeah.." i replied..
Enough is enough..
i can't continue to walk on this path..
no, i won't..
"Let me in your Light.. Guide me in your presence.."
i prayed..
"So, i can keep my heart, as close as possible to Yours.."
"Give me Your strength.."
Thursday, May 8, 2014
Untitled
Hampa..
Rasa dan asa..
benarkah ia ada?
atau hanya ilusi dari khayalan otak?
Kecanduan akan kesendirian ini ternyata beracun..
membunuh diriku yg sebenarnya, yang terlalu rapuh untuk berdiri..
mencoba menengok kebelakang, mencari bayangannya yg bertualang meninggalkanku..
sendiri..
tak perlu takut akan tersakitinya hati,
tak perlu takut menyakiti,
tak perlu peduli..
tak perlu berpikir,
tak perlu merasa..
sampai akhirnya..
tak perlu hidup..
namun.. Tuhan terlalu baik, bahkan untuk seorang jalang sepertiku..
Dia terlalu suci, memikirkannya pun aku takut terbakar oleh kenajisanku..
Dia.. Dialah yang tak jemu-jemunya memanggilku, untuk mencurahkan kasihNya yg terlalu melimpah..
bahkan cukup untuk seluruh makhluk di semesta ini..
Aku menjadi baru.. Kepompongku sudah terlepas..
Sayap-sayap lembut nan indah telah menggantikannya..
Aku menemukan makna dalam kehampaan..
Menemukan Dia yg dapat mengisi kehampaanku selama ini..
Kini.. hanya satu pintaku..
Ajari aku untuk berjalan dalam jalanMu, bukan jalanku
melakukan kehendakMu, bukan kehendakku..
Aku ingin mengenalMu dan mencintaiMu.. sepenuhnya..
lebih dari segala yang ada..
Mampukan aku.....
Deja Vu
Tak pernah kusangka..
aku akan kembali ke tempat ini..
kukira aku akan melupakan tempat ini selamanya..
ceruk-ceruknya yang tajam,
jurang gelap tak berujung..
jalannya yang gersang dan berkerikil..
dengan sebuah tembok hitam legam yg kokoh berdiri di tengahnya..
yang hingga kini tak kuketahui mengapa harus ada disana..
semuanya terlihat suram dan menyedihkan..
tapi.. kali ini aku dapat merasakan keindahannya..
dalam gelap yg memelukku, ada tenang yang terselip..
yang membuatku ingin.. tinggal..
namun aku tersadar, aku tidak mungkin dapat hidup disana..
tanpa adanya air dan roti kehidupan bagi jiwaku..
aku akan binasa selamanya..
kupaksakan kakiku melangkah menjauh..
dari penjara ini, tempatku sebelumnya..
kukenakan topeng bahagia semu yg selama ini menemaniku, yg selalu ingin kumusnahkan tapi tak bisa..
mungkin harus tangan orang lain yg dapat memusnahkannya..
kini aku melangkah.. dengan sebuah bekal kehidupan baru..
setiap keindahan yg ada terkadang akan indah jika kita melihatnya saja tanpa harus menyentuh atau memilikinya..
seperti bias pelangi dari gelembung sabun yg tertimpa sinar mentari..
yg segera sirna saat kita menyentuhnya..
aku memutuskan untuk pindah..
dan mencoba meyakini..
ada 'indah' di setiap 'pindah'..
aku akan kembali ke tempat ini..
kukira aku akan melupakan tempat ini selamanya..
ceruk-ceruknya yang tajam,
jurang gelap tak berujung..
jalannya yang gersang dan berkerikil..
dengan sebuah tembok hitam legam yg kokoh berdiri di tengahnya..
yang hingga kini tak kuketahui mengapa harus ada disana..
semuanya terlihat suram dan menyedihkan..
tapi.. kali ini aku dapat merasakan keindahannya..
dalam gelap yg memelukku, ada tenang yang terselip..
yang membuatku ingin.. tinggal..
namun aku tersadar, aku tidak mungkin dapat hidup disana..
tanpa adanya air dan roti kehidupan bagi jiwaku..
aku akan binasa selamanya..
kupaksakan kakiku melangkah menjauh..
dari penjara ini, tempatku sebelumnya..
kukenakan topeng bahagia semu yg selama ini menemaniku, yg selalu ingin kumusnahkan tapi tak bisa..
mungkin harus tangan orang lain yg dapat memusnahkannya..
kini aku melangkah.. dengan sebuah bekal kehidupan baru..
setiap keindahan yg ada terkadang akan indah jika kita melihatnya saja tanpa harus menyentuh atau memilikinya..
seperti bias pelangi dari gelembung sabun yg tertimpa sinar mentari..
yg segera sirna saat kita menyentuhnya..
aku memutuskan untuk pindah..
dan mencoba meyakini..
ada 'indah' di setiap 'pindah'..
Wednesday, May 7, 2014
Empty
Suatu hari,
aku pernah bermimpi..
Saat tiada mata untuk melihat segala kemunafikan dan kepalsuan..
saat tiada telinga untuk mendengar segala tipu daya dan kalimat yg mematahkan semangat,,
saat tiada kaki-kaki yg membawaku ke jalan menuju jurang kematian..
saat tiada lengan yg menggenggam asa yg hampir pupus..
saat tiada hati untuk merasa..
saat tiada pikiran untuk merunut logika..
saat..
semuanya tiada..
apa yg terjadi?
aku butuh tempat untuk pulang..
tempat dimana aku tidak perlu takut untuk bermimpi buruk,
karena aku tahu itu hanyalah mimpi yg akan hilang saat aku terjaga..
aku pernah bermimpi..
aku akan menemukan lengan tempatku pulang..
aku pernah bermimpi..
Saat tiada mata untuk melihat segala kemunafikan dan kepalsuan..
saat tiada telinga untuk mendengar segala tipu daya dan kalimat yg mematahkan semangat,,
saat tiada kaki-kaki yg membawaku ke jalan menuju jurang kematian..
saat tiada lengan yg menggenggam asa yg hampir pupus..
saat tiada hati untuk merasa..
saat tiada pikiran untuk merunut logika..
saat..
semuanya tiada..
apa yg terjadi?
aku butuh tempat untuk pulang..
tempat dimana aku tidak perlu takut untuk bermimpi buruk,
karena aku tahu itu hanyalah mimpi yg akan hilang saat aku terjaga..
aku pernah bermimpi..
aku akan menemukan lengan tempatku pulang..
Friday, March 28, 2014
A Piece of Heart..
Hi there, lil' me..
rasanya udah berabad-abad ga 'nyolek' kamu.. untung kamu ga punya bentuk fisik yahh..
kalo ga pasti udah dekil bin lumutan saking lamanya :P
kalau udah main kesini pasti bawaannya jadi pengen cerita paanjang lebar haha..
Hey..Inget ga terakhir bercermin kapan?
Ada yang pernah mengatakan statement seperti ini:
" Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin,
bukan ketakutan akan sepi.."
Kalau ini jadi status kayaknya bakal banyak yg like, retweet, repath, dsb lah :D
At first, i'm impressed too by this statement.. How sweet will it be..
Tapi, aku terpikir.. Saat kita benar2 menemukan refleksi kita yg tercermin itu..
Bukankah dia akan selalu disisi yg berlainan dengan kita?
Bukankah kita pada akhirnya tetap tidak bisa menyatu?
Memang sangat menyenangkan dapat menemukan dia yg sangat tersinkronasi dengan diri kita..
seolah-olah dia dan diri kita "satu"..
tapi, sekali lagi, yg akan terucap bukanlah " Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku, dialah pasangan hidupku yang dapat melengkapi bagian diriku yg hampa"
melainkan " Kamu rasanya cocok jadi sahabatku, kita sangat mirip.."
Daripada menemukan dia yg hanya bisa mencerminkan keutuhan kita tanpa kita dapat benar2 memiliki keutuhan tersebut - yg hanya bisa kita lihat saat kita "bercermin"-, rasanya lebih bahagia menemukan dia yg benar2 bisa melengkapi kita.. tanpa perlu "cermin" untuk meyakinkan bahwa kita telah utuh karena kehadirannya.
Tidak perlu terobsesi menjadi 'berlian' untuk menemukan kekasih yg sejati.
Karena cinta yg sejati tidak akan silau oleh kilau berlian. Berlian memang indah. Tetapi jika orang yg memilikinya memperlakukannya seperti batu kerikil, maka tidak akan ada artinya.
Malahan jika ada orang yg memiliki batu kali - yg kotor, legam, besar, dan tidak menarik-, namun memperlakukannya seperti berlian bahkan 'memahatnya' dengan sepenuh jiwa maka keindahan yg terpancar tidak akan kalah dari kilau berlian.
Kita tidak dapat mengatur kapan kita bisa jatuh cinta, kepada siapa kita harus jatuh cinta, dan sebagainya.
Tetapi.. kita bisa memilih.. apakah kita membiarkan perasaan tersebut tetap tumbuh atau segera mematikannya. Mematikan 'api' yg jika terlampau besar dapat melumat habis diri kita sendiri.
Cinta adalah hal yang absurd. Abstrak. Kuat.
Kita tidak dapat memberi takaran untuk cinta, cinta bukanlah logika yang bisa dibuktikan dengan hitung-hitungan matematis.
Love is a "feelings" not a "thought". So just feel it, don't think too much..
Bukan berarti kita tidak melibatkan logika sama sekali. Logika perlu untuk menjaga hubungan yg didasari cinta tetap "waras" dan "wajar".
Biarlah logika berjalan dibelakang atau berdampingan dengan cinta, tapi jangan biarkan logika menghalang-halangi jalan cinta.
Pilihan itu akan selalu ada, keputusan harus dibuat walaupun kita tidak tahu masa depan seperti apa yg menanti didepannya. Aku memilih..
Untuk tetap percaya akan kekuatan cinta, untuk tidak berhenti mencintai apapun resikonya..
Love at the fullest is to be vulnerable..
At the end, i'm realized that God is too good.. He makes everything beautiful in His time.. For man look on the outward appearance, but God looks on the heart. His Plan is always be the best.. So i put my trust on Him, come what may as His will, not mine..
rasanya udah berabad-abad ga 'nyolek' kamu.. untung kamu ga punya bentuk fisik yahh..
kalo ga pasti udah dekil bin lumutan saking lamanya :P
kalau udah main kesini pasti bawaannya jadi pengen cerita paanjang lebar haha..
Hey..Inget ga terakhir bercermin kapan?
Ada yang pernah mengatakan statement seperti ini:
" Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin,
bukan ketakutan akan sepi.."
Kalau ini jadi status kayaknya bakal banyak yg like, retweet, repath, dsb lah :D
At first, i'm impressed too by this statement.. How sweet will it be..
Tapi, aku terpikir.. Saat kita benar2 menemukan refleksi kita yg tercermin itu..
Bukankah dia akan selalu disisi yg berlainan dengan kita?
Bukankah kita pada akhirnya tetap tidak bisa menyatu?
Memang sangat menyenangkan dapat menemukan dia yg sangat tersinkronasi dengan diri kita..
seolah-olah dia dan diri kita "satu"..
tapi, sekali lagi, yg akan terucap bukanlah " Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku, dialah pasangan hidupku yang dapat melengkapi bagian diriku yg hampa"
melainkan " Kamu rasanya cocok jadi sahabatku, kita sangat mirip.."
Daripada menemukan dia yg hanya bisa mencerminkan keutuhan kita tanpa kita dapat benar2 memiliki keutuhan tersebut - yg hanya bisa kita lihat saat kita "bercermin"-, rasanya lebih bahagia menemukan dia yg benar2 bisa melengkapi kita.. tanpa perlu "cermin" untuk meyakinkan bahwa kita telah utuh karena kehadirannya.
Tidak perlu terobsesi menjadi 'berlian' untuk menemukan kekasih yg sejati.
Karena cinta yg sejati tidak akan silau oleh kilau berlian. Berlian memang indah. Tetapi jika orang yg memilikinya memperlakukannya seperti batu kerikil, maka tidak akan ada artinya.
Malahan jika ada orang yg memiliki batu kali - yg kotor, legam, besar, dan tidak menarik-, namun memperlakukannya seperti berlian bahkan 'memahatnya' dengan sepenuh jiwa maka keindahan yg terpancar tidak akan kalah dari kilau berlian.
Kita tidak dapat mengatur kapan kita bisa jatuh cinta, kepada siapa kita harus jatuh cinta, dan sebagainya.
Tetapi.. kita bisa memilih.. apakah kita membiarkan perasaan tersebut tetap tumbuh atau segera mematikannya. Mematikan 'api' yg jika terlampau besar dapat melumat habis diri kita sendiri.
Cinta adalah hal yang absurd. Abstrak. Kuat.
Kita tidak dapat memberi takaran untuk cinta, cinta bukanlah logika yang bisa dibuktikan dengan hitung-hitungan matematis.
Love is a "feelings" not a "thought". So just feel it, don't think too much..
Bukan berarti kita tidak melibatkan logika sama sekali. Logika perlu untuk menjaga hubungan yg didasari cinta tetap "waras" dan "wajar".
Biarlah logika berjalan dibelakang atau berdampingan dengan cinta, tapi jangan biarkan logika menghalang-halangi jalan cinta.
Pilihan itu akan selalu ada, keputusan harus dibuat walaupun kita tidak tahu masa depan seperti apa yg menanti didepannya. Aku memilih..
Untuk tetap percaya akan kekuatan cinta, untuk tidak berhenti mencintai apapun resikonya..
Love at the fullest is to be vulnerable..
At the end, i'm realized that God is too good.. He makes everything beautiful in His time.. For man look on the outward appearance, but God looks on the heart. His Plan is always be the best.. So i put my trust on Him, come what may as His will, not mine..
Sunday, September 9, 2012
God Always Listening Always Understanding
Hello there.. long time no see..
rasanya ada kepingan hati yang hilang yang baru aja g temukan lagi disini..
segala asa yang campur aduk jadi satu ternyata tidak terlalu buruk untuk jadi menu nostalgia malam ini..
ditengah-tengah fenomena "GALAU" yang saat ini ngetren dan jadi trending topic di hampir semua social media yg g buka..daripada nambahin antrian galau d FB, twitter, dsb kayaknya lebih plong deh ngelepas semua kegalauan, kerisauan, kekacauan, -dsb yg blkangnya "au-au"- disini..
Heran juga sih, ternyata dari satu kata yang dulu hampir dilupakan orang Indonesia itu, sekarang malah jadi sering nongol di keseharian kita baik secara tersirat, tersurat atau tenggorokan yang seret karena ngulang mulu kata "Galau" itu..
yah, walaupun kadang jadi salah arti juga sih, hal yang simple pun jadi bisa memicu sindrom Galau menyebar yang kadang menyebabkan gejala agak 4l4y dan tingkah laku yang jadi ber-lebay-an. Masa, lagi dtraktir makan mau milih munum teh anget atau teh manis aja pake galau segala n sempet-sempetnya updet status dulu.. (kalo g sih g pesen aj dua2nya, ditraktir ini ..hihihi :P)
ga habis pikir jadinya..ckckck..
Eits, tapi jangan salah sangka dulu, g belum dapet imunisasi anti-galau kok.. g masi manusia biasa yang ga lepas dari rasa penasaran, bingung campur tegang, stress akut dan segala rasa lain yang sulit dicari kata yang pas untuk menjabarkannya, yang nama kerennya sekarang "GALAU"
But, i have my own opinion about this "GALAU" thing; walau aku galau, kalau God Always Listening Always Understanding gapapa la yauu..
intinya.. ga ada salahnya kita merasa cemas akan sesuatu hal apalagi itu hal yang penting, tapi jangan sampai kita malah tenggelam didalemnya malah sambil minum aernya segala lagi :P.. Don't say: God, I have big problems!! but instead say: Problems, i have a Big GOD!!
so enjoy your GALAU-ment, just don't let it consumes you.. have a blessed night..
rasanya ada kepingan hati yang hilang yang baru aja g temukan lagi disini..
segala asa yang campur aduk jadi satu ternyata tidak terlalu buruk untuk jadi menu nostalgia malam ini..
ditengah-tengah fenomena "GALAU" yang saat ini ngetren dan jadi trending topic di hampir semua social media yg g buka..daripada nambahin antrian galau d FB, twitter, dsb kayaknya lebih plong deh ngelepas semua kegalauan, kerisauan, kekacauan, -dsb yg blkangnya "au-au"- disini..
Heran juga sih, ternyata dari satu kata yang dulu hampir dilupakan orang Indonesia itu, sekarang malah jadi sering nongol di keseharian kita baik secara tersirat, tersurat atau tenggorokan yang seret karena ngulang mulu kata "Galau" itu..
yah, walaupun kadang jadi salah arti juga sih, hal yang simple pun jadi bisa memicu sindrom Galau menyebar yang kadang menyebabkan gejala agak 4l4y dan tingkah laku yang jadi ber-lebay-an. Masa, lagi dtraktir makan mau milih munum teh anget atau teh manis aja pake galau segala n sempet-sempetnya updet status dulu.. (kalo g sih g pesen aj dua2nya, ditraktir ini ..hihihi :P)
ga habis pikir jadinya..ckckck..
Eits, tapi jangan salah sangka dulu, g belum dapet imunisasi anti-galau kok.. g masi manusia biasa yang ga lepas dari rasa penasaran, bingung campur tegang, stress akut dan segala rasa lain yang sulit dicari kata yang pas untuk menjabarkannya, yang nama kerennya sekarang "GALAU"
But, i have my own opinion about this "GALAU" thing; walau aku galau, kalau God Always Listening Always Understanding gapapa la yauu..
intinya.. ga ada salahnya kita merasa cemas akan sesuatu hal apalagi itu hal yang penting, tapi jangan sampai kita malah tenggelam didalemnya malah sambil minum aernya segala lagi :P.. Don't say: God, I have big problems!! but instead say: Problems, i have a Big GOD!!
so enjoy your GALAU-ment, just don't let it consumes you.. have a blessed night..
Subscribe to:
Posts (Atom)